Ade Fitrie Kirana Jadikan Hari Keadilan Internasional Sebagai Momen Penegakan Hukum
Artis cantik Ade Fitrie Kirana menyebut Hari Keadilan Internasional yang diperingati setiap 17 Juli menjadi momentum tepat untuk menegaskan pentingnya penegakan keadilan dan komitmen pemerintah atas upaya penegakan keadilan yang menyeluruh.
“Bila kita tilik kebelakang, penetapan tanggal 17 Juli sebagai Hari Keadilan Internasional berangkat dari diadopsinya Statuta Roma oleh komunitas internasional pada tahun 1998 yang menurut saya sebagai pengakuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia,” kata Ade Fitrie Kirana kepada pewarta, baru-baru ini.
Ia menambahkan, peringatan ini menjadi momentum untuk menyuarakan pentingnya penegakan keadilan sekaligus untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah atas upaya penegakan keadilan yang menyeluruh.
Jadi, dengan disahkannya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual bisa menjadi momentum perjuangan gerakan perlindungan peremuan dan anak untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” dia menambahkan.
Sebagai Ketua Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak (YPPA), Ade Fitrie Kirana menyoroti kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih dibawah umur.
Menurutnya, eksploitasi terhadap anak khususnya perempuan masih terjadi di Indonesia. “Belum hilang dari ingatan kita, perilaku bejat seorang guru ngaji sekaligus pimpinan yayasan pesantren di Kota Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan yang memperkosa 12 santriwati di bawah umur,” kata dia.
“Ditambah lagi, kasus terbaru di Depok, Banyuwangi dan Jombang yang melecehkan sejumlah santri perempuan dibawah umur,” bintang sinetron Raden Kian Santang ini mengingatkan.
Baca Selengkapnya: Ade Fitrie Kirana Jadikan Hari Keadilan Internasional Sebagai Momen Penegakan Hukum dan Keadilan di Indonesia




Leave a Reply