5 Mitos Produk Anti Aging yang Wajib Kamu Tahu
Kepedulian terhadap kecantikan memang harus ditanamkan sejak dini, banyak hal yang perlu biasakan sedini mungkin sebelum menyesal di kemudian hari. Salah satu kebiasaannya adalah menggunakan produk anti aging. Hal ini karena pemakaian krim anti-aging pada malam hari dapat bekerja lebih baik dalam membantu proses regenerasi sel kulit.
Meskipun ada begitu banyak cara untuk mengurangi munculnya tanda-tanda penuaan dini. Salah satunya tidak mengandalkan produk krim anti-aging. Selain itu krim tersebut memiliki beberapa mitos dalam pemakaiannya yang tak perlu kamu percaya lagi. Berikut beberapa mitos yang sudah harus kamu lupakan:
1. Hasilnya akan maksimal jika menggunakan banyak
Mengoleskan krim anti-aging yang lebih banyak lantas akan membuat wajah jadi lebih bersinar?
Hal ini tentu mitos yang tidak benar. Jika kamu mau memakai produk krim anti-aging, kamu tidak harus memakainya melebihi takaran atau pun menjalani semua langkahnya.
Sebab sebagian orang masih mempercayai mitos bahwa semakin banyak produk skin care digunakan, maka akan semakin terlihat hasilnya yang lebih maksimal.
Sebenarnya, rutinitas perawatan wajah harian bisa dilakukan menggunakan krim yang sesuai kondisi kulit dan sesuai takaran yang tertera di kemasan. Jangan lupa juga melakukan patch test terlebih dahulu sebelum mencoba produk anti-aging.
Bisa saja orang yang mengikuti semua rangkaian perawatan menggunakan krim anti-aging mala
2. Produk anti-aging akan bekerja secara instan
Saat menggunakan krim anti-aging di malam hari, apakah kamu pernah berharap bahwa kulit wajah akan langsung lebih bersinar? Tentu saja hal itu sangat tidak mungkin terjadi dan tak perlu kamu percaya.
Sebenarnya permasalahan anti-aging bukanlah sesuatu yang bisa diatasi dalam waktu sekejap. Dalam melakukan perawatan kulit wajah, diperlukan kesabaran dalam mengaplikasikan produk skin care seperti krim anti-aging.
Sedangkan mengatasi penuaan dini memakai krim anti-aging akan mulai terlihat hasilnya antara 4 hingga 8 minggu pemakaian.
Agar bisa mengetahui hasil produknya bekerja atau tidak, kamu bisa melakukan foto wajahmu setiap seminggu sekali setelah 2 bulan pemakaian produk skin care tersebut.
Selain itu tidak hanya mengandalkan krim anti-aging saja. Untuk mencegah penuaan dini, kamu juga harus rajin menggunakan sunscreen, moisturizer dan oily-based products untuk menyeimbangkan kelembaban di wajahmu.
4. Produk mahal pasti lebih baik
Pasti sebagian orang mempercayai istilah “ada harga, ada kualitas”. Sebenarnya hal itu tidak selalu berlaku untuk produk perawatan kulit wajah.
Pada dasarnya formula dari produk kecantikan wajah seperti krim anti-aging hampir semua sama. Kamu bisa membandingkan krim anti-aging yang murah dan mahal, pada kemasannya adakah perbedaan bahan utama di antara kedua produk tersebut?
Sebab membeli produk yang lebih mahal tidak menjadi jaminan bahwa krim anti-aging yang kamu pakai akan bekerja lebih efektif.
Jadi perlu diingat, memilih produk krim anti-aging jangan terpaku pada harganya yang lebih mahal, melainkan kecocokan pada kondisi kulit wajahmu.
5. Tanda penuaan dini karena faktor genetik
Mitos yang harus kita patahkan ialah faktor genetik berpengaruh pada proses penuaan dini.
Sebenarnya hal tersebut keliru, karena penyebab utama penuaan dini adalah bisa terjadi karena faktor eksternal seperti aktivitas dan pola makan.
Padahal penuaan dini bisa dimulai memakai anti aging di usia sekitar 20–25 tahun. Dengan begitu kamu bisa mencegah sebelum kulit menunjukan tanda-tanda penuaan. Jadi pemakaian krim anti-aging bukan karena faktor genetik saja.
Untuk itu kamu harus rajin menggunakan krim pelembab dan sunscreen sebelum beraktivitas di luar rumah. Atau jika memiliki budget lebih, kamu dapat melakukan treatment khusus di klinik kecantikan.




Leave a Reply