Permasalahan Kulit yang Paling Banyak Dialami Perempuan
Beberapa orang rentan mengalami masalah kulit, terlebih wanita. Dari sekian banyak masalah kulit, ada masalah kulit yang lebih banyak dialami wanita daripada pria. Yang paling umum adalah jerawat, flek, melasma, dan selulit.
Masalah kulit sangat bervariasi dalam hal gejala dan tingkat keparahan mulai dari yang bersifat sementara atau permanen. Beberapa memiliki penyebab situasional, perubahan hormon, genetik, bahkan mengindikasikan masalah kesehatan lain yang lebih serius.
Jika masalah kulit tidak segera ditangani, bakal merusak kulit dalam jangka panjang. Untuk itu, sebagai wanita yang mengalami satu atau dua masalah kulit tidak perlu bersedih hati. Cari tahu penyebab sekaligus cara terbaik untuk mengatasinya. Dikutip dari berbagai sumber berikut 10 masalah kulit yang paling sering dialami wanita:
1. Kulit kusam
Wanita aktif cenderung rentan mengalami kulit kusam karena tinggi paparan sinar UV, polusi, dan radikal bebas lainnya.
Masalah yang paling sering dialami wanita adalah kulit kusam. Kulit kusam disebabkan oleh tingginya intensitas kulit sering terpapar sinar matahari, debu, dan polusi setiap harinya. Kulit kusam tentu akan mengganggu penampilan karena membuat kulit terlihat lebih gelap dan terkesan kotor.
Kulit kusam ternyata bukan sekadar masalah estetika. Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa kulit hanyalah pelindung luar, padahal kulit juga adalah organ yang sama pentingnya dengan bagian tubuh lain dan memiliki banyak tugas penting.
Jadi jika kulit terlihat kusam, ini adalah Kamu awal bahwa aktivitas yang Kamu lakukan pun rentan menimbulkan kerusakan kulit lainnya. Solusinya, oleskan minyak zaitun pada kulit yang tampak kusam setiap sore atau malam hari menjelang tidur.
Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh yang dapat menyegarkan dan menghidrasi kulit tanpa meninggalkan residu.
2. Jerawat
Jerawat tidak hanya dialami oleh ketika usia remaja saja. Orang dewasa pun rentan mengalami jerawat jika tidak rajin merawat kulit.
Kamu mungkin berpikir jerawat akan tuntas ketika lulus SMA, namun meski sudah berkepala dua atau tiga jerawat kembali muncul. Ya, jerawat tidak hanya mempengaruhi remaja.
Bahkan orang dewasa hingga usia 40-an pun dapat menderita jerawat. Masalah kulit satu ini sangat lazim dialami sekitar 20 persen wanita.
Tak berhenti sampai situ masalahnya, jerawat, baik berupa komedo kecil hingga yang meradang, dapat meninggalkan bekas kehitaman bahkan luka parut atau bopeng.
Menurut para ahli, jerawat kebanyakan dipengaruhi oleh diet yang buruk, seperti mengonsumsi produk susu, skim, makanan dengan indeks glikemik (GI) tinggi, penggunaan kosmetik yang tidak cocok, bahkan kontrasepsi.
Selain itu, jerawat yang menjalar pada wajah maupun punggung disebabkan oleh sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, produksi minyak berlebih, serta mengenakan pakaian ketat.
Solusinya, di pagi hari gunakan sabun wajah yang mengandung asam salisilat untuk membuka pori-pori. Di malam hari gunakan pembersih asam salisilat lalu lanjutkan dengan retinoid acid.
Sementara jerawat punggung pada dasarnya disebabkan oleh bakteri yang sama dengan jerawat wajah, namun diperburuk oleh keringat tubuh ketika beraktivitas.
Untuk mencegah jerawat di tempat-tempat yang sulit dijangkau seperti punggung, gunakan sabun yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat setiap hari, bersama dengan sikat punggung atau loofah untuk mengelupas sel-sel kulit mati.
3. Keriput
Kulit keriput atau penuaan dini sebenarnya tak ada hubungannya dengan faktor usia. Masalah ini dipicu oleh paparan sinar matahari, gaya hidup, dan kebiasaan
Keriput adalah masalah kulit yang sering dialami, terlebih oleh wanita yang bekerja di luar ruangan. Kulit keriput biasanya diasosiasikan dengan bertambahnya usia. Padahal dipicu oleh berbagai faktor yang mempercepat terjadinya kerutan halus di wajah, seperti gaya hidup, pola makan, keturunan, dan kebiasaan.
Merokok, misalnya, sebagai pemicu radikal bebas. Radikal bebas terbentuk dari molekul oksigen yang sebelumnya bersih. Tetapi ketika terkena zat dari rokok menjadi over-aktif dan tidak stabil. Kemampuan sel-sel tubuh untuk menghancurkan radikal bebas itulah yang dapat menyebabkan penuaan dini.
Penyebab umum lainnya adalah paparan sinar matahari dan polusi yang menyebabkan hilangnya jaringan penyokong di bawah kulit. Sinar ultraviolet yang ditambah dengan dampak polusi akan menyebabkan wajah akan menjadi lebih tua dengan cepat.
Keriput tidak hanya akan terjadi pada bagian wajah saja, melainkan juga pada bagian tubuh lainnya yang terpapar sinar matahari dan polusi, seperti leher maupun tangan. Untuk memperlambat proses penuaan ini, jangan pernah melewati tabir surya alias sunscreen dalam perawatan kulit, baik wajah maupun badan. Tabir surya dapat melindungi kulit ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah terjadinya penuaan dini.
4. Hiperpigmentasi atau flek hitam
Hiperpigmentasi adalah kerusakan kulit yang Kamu dengan munculnya bercak atau bintik-bintik berwarna gelap. Flek hitam menjengkelkan yang muncul pada kulit itu tidak ada hubungannya dengan usia. Flek benar-benar bercak yang disebabkan oleh penumpukan zat melanin.
Zat melanin memang memiliki peran dalam membentuk warna pigmen kulit seseorang. Akan tetapi produksi melanin yang berlebihan berakibat munculnya bercak gelap pada kulit.
Hiperpigmentasi juga terjadi karena inflamasi kulit, yang menimbulkan warna gelap pada bekas kulit yang terluka atau yang mengalami peradangan. Beberapa pemicu terjadinya hiperpigmentasi adalah paparan sinar matahari, penggunaan pil KB, kehamilan, penyakit endokrin seperti penyakit addison atau gangguan endokrin.
Lakukan eksfoliasi untuk mempercepat pergantian sel atau menggunakan hydroquinone topikal untuk menghambat produksi melanin, sehingga bintik-bintik penuaan memudar dengan cepat. Jangan lupa untuk selalu menggunakan tabir surya.
Tabir surya adalah cara pencegahan terbaik untuk menghindari berbagai masalah kulit, termasuk bintik-bintik hitam.
5. Rosacea
Masalah kulit yang paling umum selanjutnya adalah rosacea. Rosacea seringkali disalah artikan sebagai masalah alergi atau jerawat biasa. Padahal kondisi ini tergolong sebagai penyakit radang kulit yang memengaruhi daerah wajah pusat.
Rosacea ditandai dengan kemerahan, melebarnya pembuluh darah di permukaan kulit, muncul bintil papula dan pustula dengan sensasi terbakar, bahkan terdapat bengkak di sepanjang hidung dan mata.
Penyakit kulit ini sering muncul pada bagian pipi, hidung, dagu, dan dahi. Biasanya diiringi pula dengan rasa sesak di dada. Kebanyakan kasus, rosacea diakibatkan oleh intoleransi produk kosmetik yang seiring waktu kemerahan menjadi kronis dan membuat pembuluh darah semakin terlihat.
Rosacea termasuk salah satu masalah kulit yang paling sulit diobati. Hingga kini belum ada obat untuk mengatasi rosacea, tetapi Kamu bisa mengendalikannya dan mencegahnya agar tidak semakin memburuk dengan menggunakan pembersih dan pelembab yang mengandung khasiat anti-inflamasi untuk meredakan kemerahan.
Selain itu, disarankan untuk minum kopi. Sebab kafein membantu menutup pembuluh darah yang membesar. Hindari juga pemicu rosacea, seperti paparan sinar matahari, suhu terlalu panas atau terlalu dingin, makanan pedas, dan minum alkohol.
Itulah 10 masalah kulit yang paling sering dialami wanita. Kebanyakan dari kasus tersebut disebabkan oleh paparan sinar matahari dan radikal bebas.
Oleh sebab itu, para wanita hendaknya tidak pernah melupakan tabir surya atau sunscreen untuk mencegah munculnya masalah pada kulit. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Maka jangan malas merawat kulit agar cantik dan sehat.
Baca Juga: PECINTA SUSU ? SIMAK MANFAAT SUSU UNTUK KESEHATAN KULIT

Leave a Reply